Bepergian

Pemerintah Mulai Revitalisasi Bandara Kertajati Jadi Bengkel Pesawat Hercules

Aug 19, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress - Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyebut pemerintah mulai merevitalisasi Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka sebagai pusat Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) pesawat angkut berat C-130 Hercules se-Asia.

“Tadi saya sudah menerima laporan, kita sudah mengadakan beberapa revitalisasi peralatan teknis (di Bandara Kertajati),” kata Sjafrie dalam rapat bersama Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, pejabat Kemhan, dan pimpinan industri pertahanan dalam negeri di lambung pesawat C-130 Hercules, Hangar GMF AeroAsia, Kota Tangerang, Rabu (19/8/2026).

Sjafrie mengatakan, revitalisasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kemampuan industri pertahanan dalam negeri dalam merawat pesawat transportasi militer.

“(Revitalisasi) ini hendaknya akan menjadi tumpuan kita bahwa ke depan nanti kita akan memiliki suatu industri pertahanan di Indonesia yang juga mampu memelihara pesawat,” kata dia.

Ke depan, Sjafrie berharap kemampuan tersebut tidak hanya digunakan untuk pesawat angkut, tetapi juga dapat dikembangkan untuk memelihara pesawat tempur dan pesawat bomber secara mandiri.

“Ini yang menjadi pemikiran kita ke depan yang juga menjadi konsep dari Bapak Presiden, bagaimana pengembangan kekuatan pertahanan ini kita tingkatkan dengan menggunakan kemampuan dari awak teknis yang berasal dari putra-putri bangsa Indonesia sendiri,” tegas dia.

Dalam proses pengembangan tersebut, Indonesia juga masih mendapatkan dukungan teknis dari Lockheed Martin, industri pertahanan asal Amerika Serikat (AS).

Ia menegaskan, kemampuan pemeliharaan pesawat secara mandiri menjadi bagian penting dari upaya memperkuat industri pertahanan nasional.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertahanan RI menerima tawaran Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth dengan menjadikan Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka sebagai pusat Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) Pesawat Angkut Berat C-130 Hercules se-Asia.

“Dia menawarkan, dan ini tidak ada di negara ASEAN. Dia menawarkan, ‘Bagaimana kalau pemeliharaan C-130 di seluruh Asia saya pusatkan di Indonesia atas biaya kami?’. Saya lapor (ke) Bapak Presiden, ‘kasih Kertajati’. Nah kita sedang bekerja untuk itu,” ungkap Sjafrie.

Sjafrie mengungkapkan kabar ini dalam Rapat Kerja (Raker) Bersama antara Komisi I DPR dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI pada Selasa (19/5/2026).

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan soal tawaran dari AS itu.

“Terkait pernyataan Bapak Menhan tersebut, saat ini memang terdapat rencana untuk menyiapkan kawasan Bandara Kertajati sebagai salah satu pusat Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) pesawat C-130/Hercules di kawasan Asia,” ujar Rico saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026).

Rico mengungkapkan bahwa pemilihan Bandara Kertajati mempertimbangkan ketersediaan lahan yang luas serta fasilitas pendukung penerbangan sudah memadai.

Perwira tinggi TNI AD itu menjelaskan, pengembangan Bandara Kertajati sebagai MRO C-130 Hercules se-Asia dilakukan secara bertahap.

“Diarahkan untuk mendukung Indonesia sebagai hub pemeliharaan Hercules di kawasan,” ucap dia.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT