Bepergian

Antisipasi Air PAM Mati, Warga Cengkareng Jakbar Penuhi Ember dan Toren Sejak Pagi

Jul 18, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress - Warga RW 09, Kelurahan Cengkareng Timur, Jakarta Barat, mulai bersiap menghadapi penghentian sementara pasokan air PAM JAYA dengan menampung air di berbagai wadah, mulai dari ember, tong, hingga toren.

Bagi warga yang tidak memiliki cadangan air yang cukup, membeli air tanah dari penjual air dorong menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama pasokan air dihentikan.

Salah seorang warga RT 01 RW 09, Ani (46), mengaku hanya mengandalkan ember dan tong sebagai tempat penampungan air karena tidak memiliki toren berkapasitas besar.

"Yang paling besar satu tong, yang kecil satu dua tong. Terus ember sama bak tiga. Buat mandi, nyuci, cuci piring, pokoknya semua keperluan. Enggak punya toren yang gede," ujarnya saat ditemui iDoPress, Jumat (17/7/2026).

Ani mengatakan keluarganya hanya mengandalkan pasokan air PAM.

Menurut dia, tidak semua warga memiliki sumur maupun akses air tanah sebagai cadangan.

"Enggak ada cadangan lain, cuma air PAM. Air tanah juga enggak semua warga punya," katanya.

Di rumahnya, Ani tampak telah menampung air bersih di tiga ember berukuran sedang.

Selain itu, bak mandi juga sudah diisi penuh sebagai persediaan selama gangguan berlangsung.

Persiapan serupa dilakukan Iing Yuningsih (59). Ia mengaku telah mengisi toren dan beberapa ember setelah mendapat informasi mengenai penghentian sementara layanan air.

"Persiapannya ya ngisi ember sama toren. Alhamdulillah saya ada toren," ucapnya.

Meski saat diwawancarai aliran air di rumahnya masih mengalir, Iing mengetahui gangguan layanan diperkirakan berlangsung selama beberapa hari.

Apabila cadangan air habis, ia berencana membeli air tanah dari penjual air dorong.

"Kalau enggak ada air, paling beli air tanah. Di bedeng ada yang jual, satu jeriken itu Rp 1.000," tuturnya.

Sementara itu, warga lainnya, Ila (35), hanya mengandalkan lima ember sebagai tempat penampungan air.