
BOGOR, iDoPress -Perbaikan jalan di Kebon Pedes, Kota Bogor, yang terdampak longsor pada akhir Januari 2026 akibat hujan berintensitas tinggi, mulai dikerjakan.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, proyek perbaikan tersebut ditargetkan rampung dalam lima bulan dengan anggaran lebih dari Rp 5 miliar.
"Jadi alhamdulillah, jadi memang segala sesuatu itu perlu proses, sabar, karena memang anggarannya harus dimunculkan dan anggarannya juga kan cukup besar sekitar Rp 5,4 miliar kan uangnya harus diatur," kata Dedie saat melakukan peninjauan di Kebon Pedes, Rabu (17/6/2026).
Dedie menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat agar penanganan longsor di lokasi tersebut menjadi prioritas.
Dalam proyek tersebut, pemerintah akan membangun Dinding Penahan Tanah (DPT) menggunakan kombinasi beton, bronjong, dan batu granular untuk memperkuat struktur tebing.
Menurut Dedie, longsor tidak hanya dipicu oleh tingginya curah hujan, tetapi juga kebiasaan sebagian masyarakat membuang sampah sembarangan.
"Tumpukan (sampah) itu mungkin menghalangi jalur air, menghambat, akibatnya tadi beban kepada dindingnya menjadi besar dan akhirnya ambrol," jelas dia.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak kembali membuang sampah di sekitar lokasi setelah perbaikan selesai.
"Ini kan sudah (akan) dibangun. Jangan nanti longsor lagi gara-gara tumpukan sampah," sambungnya.
Dedie menambahkan, pekerjaan konstruksi akan berlangsung pada siang dan malam hari. Karena itu, masyarakat diminta menggunakan jalur alternatif apabila terjadi rekayasa lalu lintas.
"Namanya juga ada pekerjaan konstruksi, masyarakat mendukung, waktunya terbatas, biayanya juga mahal. Ya mau tidak mau tentu ada mungkin nanti ada buka tutup (jalur) juga pada saat alat-alat beratnya masuk," ujarnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat, Ade Subhan, mengatakan pekerjaan konstruksi berlangsung mulai 17 Juni hingga 14 November 2026.
Ia menilai penutupan jalan hanya dilakukan secara kondisional, yakni saat diperlukan pengalihan arus karena mobilisasi alat berat.
Pihak pelaksana proyek akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bogor dan kepolisian untuk mengatur lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.
"Kita koordinasi agar bisa dilakukan pengalihan arus, gitu. Tapi kondisional, ya. Jadi tidak tiap hari ditutup, tidak," kata Ade dalam kesempatan yang sama.
Pantauan di lokasi menunjukkan arus lalu lintas di ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut tersendat.
Kendaraan dari arah Jalan Sholeh Iskandar menuju Jalan Kebon Pedes maupun sebaliknya harus melintas secara bergantian akibat penyempitan badan jalan di area proyek.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang