Tech

Kemenhan Jajaki Kerja Sama dengan Italia untuk Pengadaan Helikopter

Jul 23, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengonfirmasi telah menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Leonardo, perusahaan asal Italia, sebagai tahap awal penjajakan kerja sama pengadaan helikopter untuk TNI Angkatan Laut.

“Untuk kebutuhan helikopter TNI Angkatan Laut, saat ini yang telah ditandatangani adalah Letter of Intent (LoI) sebagai bagian dari tahapan penjajakan kerja sama,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dihubungi, Kamis (23/7/2026).

Kemenhan menjelaskan, LoI tersebut tidak hanya mencakup rencana penyediaan helikopter, tetapi juga kerja sama di bidang dukungan teknis, pemeliharaan, pelatihan, serta pengembangan kemampuan industri pertahanan dalam negeri.

“Pada prinsipnya, setiap pengadaan alutsista dilaksanakan dengan mempertimbangkan kesesuaian terhadap kebutuhan operasional TNI, keunggulan teknologi, dukungan logistik dan pemeliharaan sepanjang siklus hidup alutsista,” ucap dia.

Selain itu, menurut Kemenhan, setiap pengadaan Mendagri juga memperhatikan peluang pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) industri pertahanan nasional.

Selain soal helikopter, Indonesia resmi menandatangani kontrak pembelian 12 pesawat tempur M-346F Block 20 yang diproduksi perusahaan asal Italia, Leonardo.

Kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) sesuai kebutuhan operasional TNI dan mekanisme yang berlaku.

“Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa kerja sama dengan Leonardo merupakan bagian dari upaya modernisasi alat pertahanan yang dilaksanakan sesuai kebutuhan operasional TNI dan mekanisme yang berlaku,” ucap Rico.

Ia menjelaskan, pengadaan M-346F dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pesawat latih sekaligus mendukung kesiapan operasional TNI AU.

Pesawat ini diharapkan dapat mempercepat adaptasi pilot terhadap teknologi pesawat tempur generasi terbaru yang akan dioperasikan TNI AU.

“Dengan demikian, proses transisi menuju pengoperasian alutsista modern dapat berlangsung lebih efektif,” kata Rico.

Selain itu, kerja sama dengan Leonardo juga diharapkan mendukung peningkatan kemampuan pemeliharaan pesawat, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan industri pertahanan nasional.

“Mengenai jadwal kedatangan, sesuai informasi yang telah dipublikasikan, pengiriman pesawat direncanakan mulai pada tahun 2030,” kata dia.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang