Tech

Bocah Tewas Usai Terjebak 4 Jam dalam Lubang Proyek di Tebet Jaksel, Lokasi Dipasang Garis Polisi

Jun 29, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress - Lokasi I, bocah laki-laki berusia 4 tahun yang terjatuh ke dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, kini telah dipasangi garis polisi berwarna kuning.

Pantauan iDoPress di lokasi, tidak ada aktivitas pembangunan di sana. Di tengah lapangan hanya terlihat tumpukan material bangunan.

Selain itu, sejumlah penutup di area proyek tampak terbuka setelah peristiwa bocah tersebut terjatuh ke dalam lubang.

Meski demikian, lubang dengan diameter sekitar 30 cm itu sudah tidak terlihat karena telah tertutup urukan tanah.

Salah seorang warga, Parmi, mengatakan lapangan yang masih dalam tahap pembangunan itu rencananya akan dijadikan lapangan futsal.

"Ini kan terbuka karena kemarin alat berat mau nolongin korban. Sebelumnya mah itu rapat banget, kan lagi ada proyek," kata Parmi di lokasi, Senin (29/6/2026).

Parmi menceritakan, pada malam kejadian sekitar pukul 23.00 WIB, masih ada sejumlah anak yang bermain di sekitar lokasi. Beberapa di antaranya berusaha masuk ke area proyek.

"Enggak ada tempat bermain, memang kalau anak-anak yang lain juga udah pada tidur. Cuma ada berapa orang aja temannya dia tuh kemarin tuh. Ditutup, karena emang dia mau pengin masuk ke dalam," ucap Parmi.

Awalnya warga tidak mengetahui ada anak yang terjatuh ke dalam lubang proyek.

Parmi baru mengetahui kejadian tersebut saat mencari anaknya yang belum juga pulang setelah bermain dan membeli nasi goreng.

"Giliran ada temannya itu minta tolong-tolong ya langsung pada bangun semua. Posisi jatuhnya ya enggak tahu. Tahunya di dalam aja," jelas Parmi.

Menurut Parmi, warga sempat panik dan berusaha mengevakuasi korban menggunakan peralatan seadanya.

"Sudah berusaha nolongin, digali pakai cangkul, terus pakai tali segala macem enggak bisa karena licin, akhirnya manggil damkar," jelas Parmi.

Petugas juga mengalami kesulitan saat mengevakuasi korban karena ukuran lubang yang sangat kecil, sehingga harus menggunakan alat berat.

"Lubangnya kecil banget, seukuran gas 3 kilogram itu, makanya kemarin memakai alat berat buat gali tanahnya, itu juga saya lihat hati-hati benget takutnya kan ketimbun kali ya," tutur Parmi.