

JAKARTA, iDoPress - Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan mengungkapkan momen pengusaha sekaligus motivator Amerika Serikat (AS), Tony Robbins menangis saat mendengar alasan Presiden Prabowo Subianto begitu cepat melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dirgayuza menceritakan, kejadian itu terjadi pada suatu malam yang sangat dingin di Washington DC, AS, pada Februari 2026 lalu.
"Setelah mendapat WA dari Agung, sekretaris pribadi Presiden, aku berjalan cepat sambil membenamkan tangan ke dalam saku mantel aku menuju sebuah kafe kecil 15 menit dari hotel," ujar Dirgayuza kepada iDoPress, Minggu (14/6/2026).
Sebagai informasi, Tony merupakan sosok di balik 500 Billion Meals Challenge, salah satu gerakan filantropi pangan terbesar.
Bagi Tony, isu kelaparan bukan sekadar isu kebijakan. Kelaparan dan memberantas kelaparan adalah bagian utama dari hidupnya.
"Bertahun-tahun lalu, ketika masih kecil, keluarganya hidup dalam kesulitan. Pada suatu Hari Thanksgiving, keluarganya bahkan tidak memiliki cukup untuk miliki makan malam. Lalu di tengah malam, ada seorang asing mengetuk pintu rumah mereka. Orang itu datang membawa makanan. Bagi Tony kecil, peristiwa itu mengubah hidupnya," jelasnya.
"Ia menyadari bahwa kebaikan seseorang dapat menyelamatkan martabat dan harapan keluarga lain. Sejak saat itu, ia berjanji bahwa suatu hari nanti, jika diberi kemampuan, ia akan melakukan hal yang sama. Janji itu kemudian berkembang menjadi gerakan yang luar biasa," sambung Dirgayuza.
Kembali ke pertemuan Prabowo dan Tony, Dirgayuza menyebut Tony sempat bertanya, "kenapa anda melakukan ini, dalam skala sebesar ini, dengan kecepatan seperti ini?"
Menurut Dirgayuza, Prabowo terdiam beberapa saat ketika mendengar pertanyaan Tony. Lalu, Prabowo menjawab bahwa dirinya tidak ingin anak kecil di Indonesia kelaparan.
Dirgayuza menyampaikan, Prabowo merasa zalim kepada anak-anak jika tidak melaksanakan program MBG secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya.
“Lebih dari 100 negara sudah menjalankan program makan sekolah. Amerika menjalankannya. Negara-negara maju menjalankannya. India pun bisa jalankan. Indonesia juga harus bisa," kata Dirgayuza menirukan jawaban Prabowo kepada Tony.

Dok. Setpres Presiden Prabowo Subianto ikut makan MBG di SMPN 111 Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Setelah itu, Dirgayuza menyaksikan Tony Robbins menangis. Dia menyebut orang-orang yang hadir dalam pertemuan itu turut menangis.
Dirgayuza meyakini air mata Tony jatuh bukan karena ia merasakan sesuatu yang sangat ia pahami, di mana Tony pernah berada di posisi anak kecil yang kelaparan itu.