

JAKARTA, iDoPress - Lantai empat Kelurahan Tangki, Tamansari, Jakarta Barat, yang dulunya difungsikan sebagai gudang, kini diubah menjadi kebun produktif penghasil cuan.
Wakil Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Tangki, Tini (54) mengatakan lantai empat itu awalnya difungsikan sebagai ruangan bekerja para Kepala Seksi (Kasi).
"Namun, karena para Kasi banyak yang sudah lanjut usia dan tidak kuat naik ke lantai empat, mereka lebih memilih berkumpul di lantai tiga. Akhirnya, tempat ini menjadi gudang peralatan PPSU dan jarang terjamah," ungkap dia ketika diwawancarai iDoPress di Kelurahan Tangki, Rabu (10/6/2026).
Tepat di 12 November 2024 ketika lurah Tangki berganti menjadi Iqbal Siregar, lahan bekas gudang itu mulai ditata menjadi kebun produktif.
Kebetulan Iqbal bersama istrinya sudah memiliki pengalaman mendirikan urban farming bernama Botanical Kamal Garden di Kalideres, Jakarta Barat.

iDoPress/ SHINTA DWI AYU Hasil panen urban farming Kelurahan Tangki, Tamansari, Jakarta Barat. Rabu, (10/6/2026).
Sejak itu, ruangan dan rooftop yang dulunya terbengkalai kini difungsikan sebagai lahan urban farming dan ruang bekerja TP PKK.
Rooftop yang dijadikan sebagai lahan urban farming itu terbagi menjadi dua bagian dengan ukuran 30 hingga 35 meter persegi.
Ada dua wadah tanam yang digunakan, pot dan juga bedengan terbuat dari kayu dan genteng bekas dipasang mengelilingi tanah yang sudah dibentuk persegi.
Bedengan itu ditanami padi dan sayuran hijau seperti kangkung, pokcoy, bayam, dan lainnya yang ditanam secara bergantian.
Sementara wadah pot ditanami labu madu, labu air, terong, cabai, pare, lidah buaya, dan lain sebagainya.
Dalam satu kali panen, kebun produktif itu bisa menghasilkan sayuran hampir satu kuintal yang akan dijual ke warga sekitar.
Hasil jual panen itu dikumpulkan sebagai uang kas TP PKK Kelurahan Tangki dan digunakan lagi untuk memajukan urban farming di atas ketinggian tersebut.
"Hasil panennya mencapai lebih dari 30 juta rupiah. Uang kas pertama yang kami hasilkan bahkan cukup untuk membeli kulkas dua pintu," sambung Tini.
Selain itu, para anggota TP PKK yang telah bekerja keras merawat urban farming juga mendapatkan kenang-kenangan cincin emas seberat dua gram dari Bu Lurah Tangki sebagai apresiasi.
Tini juga merasa bersyukur karena urban farming itu bermanfaat untuk menjaga ketahanan pangan warga sekitar.