


JAKARTA, iDoPress - Sejumlah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mempertanyakan realisasi janji pemerintah pusat terkait 19 juta lapangan pekerjaan.
"Mana janjinya yang bilang akan ada 19 juta lapangan pekerjaan? Sampai sekarang orang pendek pun belum dapat keadilan untuk bisa masuk kerja," ujar salah satu lulusan SMK bernama Friska (18) ketika diwawancarai di kawasan Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).
Wanita dengan tinggi 148 sentimeter (cm) itu bilang, masih banyak lulusan SMK yang menganggur seperti dirinya.
Syarat fisik menjadi tantangan utama yang kerap kali membuatnya gagal ketika melamar pekerjaan.
Ia mengaku, sudah berkali-kali gagal diterima kerja hanya karena tinggi badannya yang kurang atau tidak memenuhi syarat dari perusahaan.
Padahal ia yakin posisi pekerjaan sebagai barista coffee shop yang dilamarnya, tidak terlalu membutuhkan tinggi badan.
Orang yang tinggi badannya kurang sekalipun tetap bisa membuat kopi enak, asalkan memiliki kemampuan dan diarahkan.
Lulusan SMK lain, Rina (22), juga mengaku masih kesulitan mendapatkan pekerjaan sampai saat ini.
"Lumayan susah sih, karena saingannya juga banyak. Terus juga persyaratannya kadang apa yang misalnya menurut kita bagiannya gampang, cuma untuk persyaratannya ada yang tidak sesuai sama kita," kata dia ketika ditemui di kawasan Jakarta Utara, Senin.
Sama seperti Friska, persyaratan fisik seperti tinggi badan juga menjadi penghambat untuk dirinya mendapat pekerjaan.
Dengan tinggi 145 cm, lamaran Rina di restoran, minimarket, bahkan perkantoran sekalipun seringkali diabaikan begitu saja.
Selain itu, syarat harus memiliki pengalaman bekerja juga semakin mempersulit dirinya mendapatkan peluang.
Pasalnya, pengalaman magang ketika di sekolah seringkali masih dianggap kurang oleh perusahaan.
Industri saat ini dinilai lebih senang menerima karyawan yang memang sudah memiliki pengalaman bekerja secara langsung, dibandingkan hanya magang.
Bahkan, ia kerap kali kalah saing dengan kandidat lulusan SMP, karena mereka memenuhi syarat fisik dan sudah memiliki pengalaman bekerja.
"Ingin banget sih persyaratan fisik dan minimal pengalaman dihapus," ucap dia.
Lulusan SMK lain Naouval (21) juga berharap, agar pemerintah segera menepati janjinya untuk membuka 19 juta lapangan pekerjaan.
"Banyak-banyakin lapangan pekerjaan makin lama pengangguran di Indonesia makin banyak. Rata-rata kerja susah masuk karena banyak ngandelin 'orang dalam'," ucap dia ketika ditemui di Jakarta Selatan, Senin.