Olahraga

Calon Suami Kecewa Atlet Golf Jesslyn Mengaku Tak Diculik, Diduga di Bawah Tekanan

Aug 3, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress - Evan (37) calon suami dari Jessly Wijaya, atlet golf merasa kecewa dengan calon istrinyamembuat pernyataan pergi ke Bangkok, Thailand atas kemauan sendiri.

Pengacara Evan, Andi Darti menyebut kliennya menyayangkan sikap Jesslyn yang dinilai justru menutupi fakta sebenarnya saat dimintai keterangan oleh polisi.

"Iya, kalau dari Evan sendiri sih sebenarnya dia agak kecewa ya, karena dia pikir Jesslyn itu akan membela dirinya sendiri, tapi ternyata dia membuat statement yang memang sangat-sangat tidak diharapkan oleh Evan dan kami nilai itu pernyataan di bawah tekanan," ujar Andi saat dihubungi iDoPress melalui panggilan telepon, Senin (3/7/2026).

Andi menyebut pihaknya mencium adanya kejanggalan dan menduga kuat bahwa Jesslyn memberikan pernyataan tersebut di bawah tekanan pihak keluarga.

Andi menyoroti kondisi saat memberikan video testimoni dan melakukan video call dengan kepolisian, Jesslyn terus didampingi oleh ibunya.

"Karena dari video yang beredar itu di beberapa media, itu di sampingnya itu ada ibunya. Seharusnya kan pihak kepolisian itu kan harus memberikan kesempatan kepada Jesslyn untuk menenangkan dirinya agar bisa memberikan pernyataan secara bebas," jelas Andi.

"Jadi harus benar-benar dalam keadaan bebas, bebas menyatakan kehendak, bebas menyampaikan pendapat tanpa ditekan," sambungnya.

Pernyataan terbaru Jesslyn kepada polisi juga dinilai sangat kontradiktif dengan rekam jejak masa lalunya.

Pasalnya, Jesslyn diketahui pernah melaporkan perilaku keluarganya, termasuk sang ibunda ke Komnas Perempuan pada Oktober 2025 lalu.

Andi juga mengeklaim bahwa Jesslyn bahkan pernah mengirimkan video permintaan tolong kepada Evan saat dirinya diisolasi oleh sang ibu, sebelum akhirnya melapor ke Komnas Perempuan.

"Ada pernyataan Jesslyn 'saya di sini sudah tidak bisa ngapa-ngapain, tolong lapor ke polisi, ponsel saya diambil, iPad saya diambil semuanya, saya cuma bisa baca Bible'," kata Andi.

Komisioner Komnas Perempuan, Maria Ulfah Ansor membenarkan adanya laporan yang diajukan oleh perwakilan keluarga yang mengatasnamakan Jesslyn ke Komnas Perempuan.

"Benar sudah ada pengaduan ke Unit Pengajuan Rujukan (UPR) di tahun 2025, dirujuk ke lembaga layanan, pada hari Jumat 31 Juli 2026, pihak pelapor datang ke Komnas Perempuan untuk pengaduan dan sudah diterima sama UPR," ucap Maria.

Terhalang Restu karena Faktor Ekonomi

Lebih jauh, Andi membongkar bahwa motif utama keluarganya membawa Jesslyn ke luar negeri karena sang ibu tidak merestui hubungannya dengan Evan.

"Kalau secara prinsip kan orang tuanya ini kan memang tidak pernah setuju kalau Jesslyn itu menikah dengan orang yang ekonominya jauh di bawah dia kan. Intinya masalah ekonomi, termasuk dengan Evan," ungkap Andi.