
JAKARTA, iDoPress - Indonesia resmi menandatangani kontrak pembelian 12 pesawat tempur M-346F Block 20 yang diproduksi perusahaan asal Italia, Leonardo.
Penandatanganan kontrak dilakukan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026), disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Kepala Staf TNI AU Marsekal Mohamad Tonny Harjono.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) sesuai kebutuhan operasional TNI dan mekanisme yang berlaku.
“Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa kerja sama dengan Leonardo merupakan bagian dari upaya modernisasi alat pertahanan yang dilaksanakan sesuai kebutuhan operasional TNI dan mekanisme yang berlaku,” ucap Rico kepada iDoPress, Kamis (23/7/2026).
Rico menjelaskan, pengadaan M-346F dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pesawat latih sekaligus mendukung kesiapan operasional TNI AU.
Pesawat ini diharapkan dapat mempercepat adaptasi pilot terhadap teknologi pesawat tempur generasi terbaru yang akan dioperasikan TNI AU.
“Dengan demikian, proses transisi menuju pengoperasian alutsista modern dapat berlangsung lebih efektif,” tegas dia.
Berdasarkan kontrak tersebut, pengiriman jet tempur itu mulai berlangsung pada 2030.
Berdasarkan keterangan Leonardo, M-346F Block 20 dibekali kokpit dengan Large Area Display (LAD), radar Active Electronically Scanned Array (AESA), sistem pertukaran data Link 16, perangkat penangkal serangan elektronik (electronic countermeasures), serta sistem persenjataan terbaru.
Pesawat ini juga dilengkapi Ground Based Training System (GBTS) yang mengintegrasikan simulasi di darat dengan penerbangan nyata melalui konsep Live, Virtual and Constructive (LVC).
Sistem tersebut dirancang untuk mendukung pelatihan penerbangan tingkat lanjut.
Selain berfungsi sebagai pesawat latih, M-346F memiliki kemampuan tempur ringan untuk menjalankan misi udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan.
Kemampuan itu didukung sistem misi, sensor canggih, serta fitur pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refuelling).
Leonardo menyebut M-346 telah menjadi bagian dari sistem pelatihan penerbangan modern yang digunakan berbagai angkatan udara di dunia.
Hingga saat ini, pesawat tersebut telah mencatat lebih dari 170.000 jam terbang, dengan lebih dari 170 unit dipesan.