
JAKARTA, iDoPress - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya risiko kenaikan harga komoditas pangan akibat fenomena El Nino 2026 yang diprediksi mencapai level kuat.
Penurunan curah hujan yang signifikan selama musim kemarau yang dibarengi El Nino ini berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional melalui penurunan produktivitas di sektor pertanian.
"Nah ini untuk penguatan antisipasi inflasi pangan kami terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia karena ini nantinya ketika terjadi kemarau panjang, maka risiko penurunan produktivitas itu akan berdampak pada kenaikan harga komoditas," ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam rapat koordinasi bersama Kemendagri, Senin (29/6/2026).
Faisal menekankan, penurunan produktivitas pangan dipicu oleh berbagai gangguan pada siklus tanam, mulai dari mundurnya waktu tanam hingga risiko gagal panen.
Sebab itu, BMKG terus mendampingi pemerintah daerah dan dinas pertanian dalam memetakan risiko spesifik pada tanaman untuk meminimalisir dampak ekonomi.
"Apakah nanti mundur tanamnya (menunda), kemudian gangguan fase vegetatif generatif, penurunan produktivitas dan peningkatan risiko puso-nya (gagal panen)," ucapnya.
"Nah ini ada beberapa varietas yang kebutuhan airnya tinggi, ada yang sedang hingga sedikit, ini nanti bisa dipilih mana yang lebih berisiko rendah," tutur Faisal.
Selain koordinasi dengan Bank Indonesia, BMKG juga bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengintegrasikan data iklim dalam perencanaan ekonomi nasional.
Hali ini dilakukan agar pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk penguatan cadangan pangan nasional serta sistem monitoring harga dan produksi yang lebih akurat.
"Kita harus mempertimbangkan dalam investasi yaitu climate risk, mempertimbangkan iklim juga agar investasi yang kita lakukan terutama di sektor pertanian," tambahnya.
Langkah preventif tersebut menjadi krusial mengingat El Nino 2026 diprediksi akan berlangsung cukup lama hingga Mei tahun depan.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang