
JAKARTA, iDoPress - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memperoleh pagu indikatif sebesar Rp 6,7 triliun untuk tahun anggaran 2027.
Anggaran tersebut meningkat dibandingkan pagu DIPA OIKN pada 2026 yang sebesar Rp 5,47 triliun.
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan, pagu indikatif tersebut telah ditetapkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan Kementerian Keuangan.
"Penetapan pagu indikatif Otorita IKN tahun 2027 dan distribusi per program per unit organisasinya telah melalui trilateral meeting antara Otorita IKN, Bappenas, dan Kementerian Keuangan sebesar Rp 6,7 triliun," ujar Basuki dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, Kamis (11/6/2026).
Basuki menjelaskan, dari total pagu indikatif tersebut, sebesar Rp 592 miliar atau 9 persen dialokasikan untuk program dukungan manajemen.
Adapun Rp 6,1 triliun atau sekitar 91 persen digunakan untuk program pengembangan kawasan strategis.
Menurut dia, komposisi anggaran OIKN 2027 juga masih didominasi belanja modal untuk mendukung pembangunan fisik di IKN.
"Sedangkan komposisi anggaran per jenis belanja didominasi oleh belanja modal sebesar 82 persen dan sisanya belanja barang 13 persen dan belanja pegawai 5 persen. Jadi belanja pegawai hanya sebesar 5 persen dari total pagu DIPA-nya," ungkap Basuki.
Eks Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat era Presiden Joko Widodo itu pun membandingkannya dengan pagu DIPA OIKN pada 2026.
Basuki mengatakan, sekitar 80 persen dari anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur di IKN.
"Pagu DIPA Otorita IKN tahun 2026 sebesar Rp 5,47 triliun yang 80 persen di antaranya kami gunakan untuk pembangunan infrastruktur di IKN. Pagu ini berkurang sebesar Rp 791 miliar dari pagu awal mengikuti arahan kebijakan efisiensi belanja pemerintah tahun 2026," kata dia.
Meski pagu indikatif 2027 mengalami kenaikan, Basuki mengungkapkan bahwa anggaran tersebut masih belum mencukupi kebutuhan pembangunan IKN.
Dia mengatakan, total kebutuhan anggaran OIKN pada 2027 mencapai Rp 22,2 triliun.
Namun, pemerintah baru mengalokasikan Rp 6,7 triliun.
"Sedangkan dari total kebutuhan anggaran Otorita IKN tahun 2027 sebesar Rp 22,2 triliun telah dialokasikan dalam pagu indikatif sebesar Rp 6,7 triliun sehingga masih terdapat kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp 15,5 triliun," pungkas Basuki.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang