
JAKARTA, iDoPress - Pelayanan di Kantor Imigrasi Jakarta Barat dipastikan tetap berjalan normal meski Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Ronald Arman Abdullah, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Berdasarkan pantauan iDoPress pada Rabu (3/6/2026) pukul 13.35 WIB, aktivitas di Kantor Imigrasi Jakarta Barat tampak tidak jauh berbeda dari hari-hari biasa.
Area parkir di depan dan samping gedung dipenuhi kendaraan milik pegawai maupun masyarakat yang datang untuk mengurus keperluan keimigrasian.
Sejumlah warga dan warga negara asing juga terlihat hilir mudik di area pelayanan.
Meski demikian, pengamanan di pintu masuk terlihat lebih ketat.
Tiga petugas keamanan berjaga di gerbang Kantor Imigrasi Jakarta Barat.
Beberapa warga yang hendak mengurus paspor sempat ditanya mengenai keperluan kedatangannya sebelum diperbolehkan masuk ke dalam gedung.
Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Siti Adytia, mengatakan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa meski salah satu pejabat di kantornya terjaring OTT KPK.
"Sampai saat ini, untuk pelayanan masyarakat di Kanim Jakbar berjalan normal," kata Siti saat dikonfirmasi iDoPress melalui pesan singkat, Rabu.
Namun, Siti belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat.
Ia juga belum bersedia mengonfirmasi pejabat yang diamankan dalam operasi tersebut.
"Untuk konfirmasi hal yang lainnya, kami sedang menunggu koordinasi dengan Ditjenim (Direktorat Jenderal Imigrasi)," ucapnya.
Sebelumnya, KPK membenarkan bahwa Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah termasuk salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan pada Selasa (2/6/2026) malam.
"Salah satunya itu," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Budi menjelaskan, dalam operasi tersebut KPK turut mengamankan belasan orang beserta sejumlah barang bukti.