
JAKARTA, iDoPress - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengakui dirinya kurang memahami dinamika politik selama menjabat menteri.
Hal itu disampaikan Nadiem saat membacakan pleidoi atau nota pembelaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).
Dalam pleidoinya, Nadiem menilai pendekatan profesional yang selama ini ia terapkan di sektor swasta justru menimbulkan persepsi negatif ketika dibawa ke lingkungan pemerintahan.
“Saya sadar saya bukan pemimpin yang sempurna,” kata Nadiem di hadapan majelis hakim.
Nadiem mengaku menjadi menteri pada usia 35 tahun tanpa pengalaman di bidang pendidikan, birokrasi, maupun politik.
“Saya memang amatir di bidang politik,” ujarnya.
Ia mengatakan gaya kerja yang cepat dan lugas di dunia profesional sering kali dianggap berbeda ketika diterapkan di pemerintahan.
“Saya lupa bahwa jabatan menteri itu adalah jabatan politik,” ucap Nadiem.
Menurut dia, kurangnya pendekatan politik membuat dirinya menimbulkan gesekan dengan sejumlah pihak selama memimpin Kemendikbudristek.
Dalam kesempatan itu, Nadiem juga memberi pesan kepada generasi muda yang ingin masuk pemerintahan.
“Saran saya untuk generasi berikutnya yang sedang mempertimbangkan untuk mengabdi kepada negara. Temukanlah keseimbangan antara profesionalisme dan tata krama politik,” katanya.
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut Nadiem Makarim, dengan hukuman 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Selain pidana penjara, Nadiem juga dituntut membayar denda Rp 1 miliar serta uang pengganti senilai Rp 809,596 miliar dan Rp 4,871 triliun.
Jaksa menyebut nilai tersebut berasal dari harta kekayaan yang diduga tidak seimbang dengan penghasilan sah terdakwa. Jika tidak mampu membayar uang pengganti, tuntutan itu akan diganti dengan pidana penjara tambahan selama sembilan tahun.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang