
JAKARTA, iDoPress — Asisten rumah tangga (ART) berinisial R (30), yang melompat dari lantai 4 rumah kos di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sempat menyebutkan telepon genggam miliknya disita oleh majikan.Hal itu diungkapkan Tejo (28), bukan nama sebenarnya, warga yang tinggal di dekat lokasi kejadian. Ia mengatakan sempat menanyai R ketika korban terkapar di tanah usai melompat pada Rabu (22/4/2026) malam."Ada yang bertanya, 'mbak HP-nya mana? Biar diamankan, takut hilang'. Ternyata katanya HP-nya dia bilang disita," ujar Tejo saat dihubungi iDoPress, Jumat (24/4/2026)."Ditanya lagi, siapa yang sita? Mbak R menjawab katanya disita sama istri bos, yang suruh sita bosnya," lanjutnya.Tejo juga menanyakan penyebab R terkapar di tanah. Awalnya ia menduga korban terpeleset dari lantai atas, namun R membantah."Lalu aku tanya, 'berarti lompat?' Dia bilang, 'iya lompat'," ungkap Tejo."Aku tanya lagi, 'kenapa lompat ?' Dia diam saja. Lalu kutanya lagi, 'Bos nya galak?' R tetap diam saja," lanjutnya.Setelah itu, warga menanyakan kartu identitas korban. R menyebutkan, membawa KTP yang disimpan dalam tas kecil yang dibawanya. Warga kemudian membantu menemukan KTP milik R.Di lokasi yang sama, satu ART lain berinisial D (18) juga tergeletak di tanah dengan kondisi lebih banyak diam. Menurut Tejo, saat ditanya soal identitas, D tidak memberikan jawaban.Ia hanya merintih pelan dan sesekali mengeluh kesakitan. Tak lama kemudian, ambulans dan tim medis datang ke lokasi kejadian.Keduanya kemudian dimasukkan ke dalam ambulans dan dibawa ke RS Mintohardjo di Bendungan Hilir.
2 ART loncat dari lantai 4 rumah kos
Diberitakan sebelumnya, dua ART perempuan berinisial D (18) dan R (30) terjun dari lantai 4 sebuah rumah kos di Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/4/2026) malam.Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, kedua ART tersebut terjun dari lantai 4 sekitar pukul 23.00 WIB."Kejadiannya tadi malam (Rabu, 22 April 2026). Setelah kedua ART loncat, ada warga yang melihat kejadian. Langsung ditolong warga," ujar Roby saat dihubungi iDoPress, Kamis (23/4/2026).Warga kemudian menghubungi ambulans darurat agar kedua korban segera mendapat pertolongan. Namun, D meninggal dunia setelah kejadian. Sementara itu, R mengalami patah tangan dan dilarikan ke RS Mintohardjo.