
JAKARTA, iDoPress - Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas menerima audiensi delegasi US-ASEAN Business Council (USABC) bersama perwakilan perusahaan teknologi global, seperti META, Google, APPLE, dan SALESFORCE.
Audiensi tersebut membahas penguatan kerja sama di bidang regulasi digital, perlindungan anak, serta pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi.
Supratman menjelaskan, Kementerian Hukum (Kemenkum) memiliki peran strategis dalam menyusun dan mengawasi, khususnya di tengah pesatnya transformasi digital saat ini.
"Transformasi digital telah melahirkan ekosistem baru, termasuk munculnya kreator-kreator konten yang edukatif dan berdampak. Namun, di sisi lain, Pemerintah juga memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak," ujar Supratman dalam keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).
Berdasarkan data pada 2025, ada sekitar 240 juta pengguna internet aktif di Indonesia, di mana 70 juta di antaranya merupakan anak di bawah usia 16 tahun.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk menetapkan kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak, yang diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 yang mulai berlaku pada 28 Maret 2026.
Supratman menegaskan, kebijakan bertujuan untuk melindungi anak dari paparan konten yang tidak sesuai usia.
Selain isu perlindungan anak, Kemenkum juga mendorong agenda keadilan royalti bagi pelaku industri kreatif.
Pemerintah berupaya menciptakan tata kelola distribusi royalti yang lebih adil dan transparan, khususnya dalam ekosistem digital global.
Selain itu, Supratman juga mendorong kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang harus diperhatikan supaya ada nilai ekonomi bagi media.
"Tujuan utama kami adalah melindungi kreator dan memastikan adanya keseimbangan dalam distribusi nilai ekonomi. Indonesia adalah pasar besar dengan potensi tinggi, sehingga perlu adanya komitmen bersama dari industri," tegas Supratman.
Sementara itu, Executive Vice President USABC, Marc Mealy menyampaikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah, khususnya terkait perlindungan anak di ruang digital.
Ia juga menegaskan komitmen USABC yang menaungi sekitar 180 perusahaan lintas sektor untuk mendukung implementasi kebijakan serta memperkuat komunikasi dengan Pemerintah Indonesia.
"Kami siap menjadi mitra strategis Pemerintah Indonesia dalam menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan berkelanjutan, termasuk mendukung target pertumbuhan ekonomi," ujar Mealy.
Dukungan yang sama juga disampaikan perwakilan Meta Indonesia Rendy Novalianto dan Google Indonesia Putri Alam selaku Director of Government Affairs & Public Policy.
Perwakilan perusahaan teknologi itu juga menyampaikan pandangan dan masukan, antara lain terkait pentingnya pelibatan pelaku industri dalam proses penyusunan regulasi, kejelasan implementasi kebijakan, isu perlindungan data, hingga perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Menanggapi hal tersebut, Supratman menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap dialog dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Indonesia adalah negara yang terbuka. Dalam proses harmonisasi regulasi, kami akan terus melibatkan berbagai pihak untuk mencapai titik temu yang seimbang antara perlindungan dan kepentingan bisnis," jelas Supratman.
Audiensi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah Indonesia dan mitra internasional, guna mendorong terciptanya regulasi yang adaptif, inklusif, dan berkeadilan di era digital.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang