
JAKARTA, iDoPress - Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Mahfud MD mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto sudah mengetahui rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri sudah rampung.
Meski demikian, kata Mahfud, Prabowo saat bertemu dengan Jimly Asshiddiqie pada bulan Ramadhan menyampaikan agar naskah rekomendasi tersebut tidak dikirim melalui stafnya karena khawatir isi rekomendasi akan bocor.
“Pak Jimly bulan puasa ketemu sendiri dengan Pak Presiden. Pak, kami sudah ngirim surat untuk dipanggil. Kalau bapak sibuk ya nanti kami kirim naskahnya saja lah. Kata Presiden, enggak. Jangan dikirim, nanti bocor,” kata Mahfud MD usai menghadiri peluncuran buku Jimly Asshiddiqie di Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Karenanya, kata Mahfud, hingga saat ini, Komisi Percepatan Reformasi Polri masih menunggu panggilan dari Presiden Prabowo.
“Nah terus sampai sekarang ya sudah selesai, kita nunggu panggilan. Sudah 2 bulan lebih,” ujarnya.
Mahfud juga membocorkan salah satu isi rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri yaitu, rekrutmen Akademi Kepolisian (Akpol) tanpa jalur titipan.
“Yang sudah boleh diumumkan itu hanya satu. Rekrutmen Akpol tidak boleh ada titipan dari siapapun,” tuturnya.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menyinggung soal proses rekrutmen Akpol yang didominasi anak-anak pejabat, sementara porsi untuk masyarakat hanya sedikit.
Dia mengatakan, rekrutmen Akpol tanpa jalur titipan tersebut akan ditegaskan melalui aturan Polri.
“Iya, pokoknya itu sudah pengumuman. Apakah itu bentuknya perpol atau apa nanti kita lihat saja,” ucap dia.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang