
BOGOR, iDoPress - Sebanyak 213 angkot tua telah berhenti beroperasi setelah pemiliknya menyerahkan berkas trayek kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor.
Dari 1.780 unit angkot tua, kini tersisa 1.567 unit untuk pemberhentian mengaspal di jalanan Kota Bogor.
Penyerahan berkas tersebut dilakukan setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Rasionalisasi, Peremajaan, dan Penghapusan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek yang mulai berlaku pada Senin (15/6/2026).
Melalui aturan tersebut, angkot yang telah berusia 20 tahun atau lebih tidak lagi diperbolehkan beroperasi di wilayah Kota Bogor.
"Jadi, ini memastikan pasca 20 hari penetapan Perwali tentang batas usia teknis angkutan perkotaan Kota Bogor, 20 hari ini sudah ada 213 angkutan yang sudah dimatikan atau dibekukan," kata Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim di Kantor Dishub, Rabu (8/7/2026).
Sementara itu, total seluruh angkot di Kota Bogor 2.679 unit.
Target penghapusan 1.780 angkot tua selesai pada akhir tahun 2026.
"Semua harus tunduk dan patuh kepada aturan ya. Karena wali kota Bogor, kadishub juga itu dalam rangka pelaksanaan dari aturan ya," imbuh dia.
Menurutnya, Perwali Nomor 11 Tahun 2026 itu dibuat perlu menempuh proses yang panjang seperti kajian akademisi, diskusi bersama pengelola angkot, dan menghasilkan aturan saat ini.
Bagi dia, aturan soal penertiban angkot tua merupakan kesepakatan dari warga Kota Bogor.
"Artinya ini kesepakatan warga Bogor loh, tidak ingin lagi angkot di Bogor ini usianya di atas 20 tahun, terlalu tua ya," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudin menjelaskan, terdapat lima trayek angkot yang tertinggi penyerahan berkas.
Pertama, trayek 10 AP dengan rute Cimanggu Permai-Sukasari mencatat realisasi tertinggi, yakni 29 unit dari total target 140 angkot tua.
Di urutan kedua, trayek 13 AP rute Mutiara Bogor Raya-BTM telah menyerahkan berkas trayek sebanyak 20 unit dari total 95 angkot tua.
"Ketiga ada 02 AK Sukasari-Terminal Bubulak, realisasinya 21 unit dari 183 target angkot tua," jelas Dody kepada wartawan, pada Rabu.
Keempat, trayek 21 AK dengan rute Terminal Baranangsiang-Ciawi dengan realisasi 15 dari 112 unit angkot tua.
Kelima, trayek 22 AP rute Terminal Bubulak-Kencana dengan realisasi penyerahan berkas sebanyak 12 dari 35 unit angkot tua.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang