
BOGOR, iDoPress - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mulai memperbaiki Jalan Kebon Pedes, Kota Bogor, usai longsor pada akhir Januari 2026.
Perbaikan tersebut direncanakan mulai 17 Juni 2026 dan target selesai pada 14 November 2026.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyebut warga harus menggunakan jalur alternatif ketika pekerjaan konstruksi dimulai.
"Siang malam (pengerjaan) karena kalau dikerjakan malam aja enggak cukup 150 hari. Ya kan alternatif jalannya sebetulnya banyak muter dikit lah," kata Dedie di Kebon Pedes, pada Rabu (17/6/2026).
Longsor tersebut terjadi karena intensitas hujan yang tinggi.
Akibatnya, para pengendara dari Jalan Sholeh Iskandar menuju Jalan Kebon Pedes maupun sebaliknya harus melintas bergantian.
Ada rencana buka tutup pada ruas Jalan Kebon Pedes yang terdampak longsor.
"Namanya juga ada pekerjaan konstruksi, masyarakat mendukung, waktunya terbatas, biaayanya juga mahal. Ya mau tidak mau tentu ada mungkin nanti ada buka tutup (jalur) juga pada saat alat-alat beratnya masuk,"kata Dedie.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat, Ade Subhan menyebut penutupan jalan berlaku secara kondisional.
Penutupan jalan akan dilakukan ketika perlu melakukan pengalihan arus saat alat berat masuk untuk pengerjaan.
Pihak konstruksi akan melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor maupun kepolisian terkait penutupan jalan.
"Nanti ketika kita membutuhkan memang ditutup arusnya, ya. Kita koordinasi dengan Dishub juga, dengan Polsek mungkin. Kita koordinasi agar bisa dilakukan pengalihan arus, gitu. Tapi kondisional, ya. Jadi tidak tiap hari ditutup, tidak," kata Ade di Kebon Pedes, pada Rabu.
Diketahui, anggaran perbaikan Jalan Kebon Pedes, Kota Bogor, yang terdampak longsor tersebut sekitar Rp 5,4 miliar.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang