
JAKARTA, iDoPress - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji memaparkan, berdasarkan hasil pendataan keluarga tahun 2025, sebanyak 8,1 juta keluarga yang masuk dalam kategori berisiko stunting belum memiliki jamban dan air minum yang layak.
"Dari data tersebut 8,1 juta terdiri dari 2,9 juta tidak memiliki jamban yang layak, kemudian 1,7 juta tidak memiliki air minum utama yang layak, dan 4,3 juta termasuk PUS (Pasangan Usia Subur) 4T (terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak, dan terlalu sering) dan tidak menggunakan KB modern," kata Wihaji dalam rapat kerja Komisi IX DPR dengan Kemendukbangga/BKKBN, Rabu (24/6/2026).
Dalam profil data Keluarga Berisiko Stunting (KRS) tahun 2025 yang dipaparkan Wihaji, tercatat ada 41.431.671 keluarga dengan pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.124.442 keluarga teridentifikasi Keluarga Berisiko Stunting.
Ia merinci, dari 8,1 juta keluarga yang teridentifikasi KRS, sebanyak 2.931.833 keluarga tidak memiliki jamban yang layak.
Kemudian 1.747.035 keluarga diketahui tidak memiliki air minum utama yang layak.
Lalu sebanyak 4.326.704 PUS 4 Terlalu (Muda, Tua, Banyak & Sering) tidak menggunakan KB Modern.
Melihat kondisi tersebut, Wihaji mengatakan pemerintah terus berupaya menangani penurunan stunting melalui berbagai program, salah satunya yaitu melalui program Genting atau Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.
"Capaian Genting tahun 2025 Alhamdulillah sudah mencapai 1,6 juta dari target 1 juta. Paling banyak memang edukasi, bantuan nutrisi, air bersih, jamban sehat, dan rumah layak huni," kata Wihaji.
Ia juga berharap adanya sinkronisasi dan intervensi khususnya dari pemangku kebijakan dan dukungan dari para anggota legislatif, mengingat pemenuhan infrastruktur seperti jamban sehat dan air bersih berada di luar sektor kesehatan murni.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang