
JAKARTA, iDoPress - Konsultan pendidikan dan karier, Ina Setiawati Liem alias Ina Liem mengatakan, rendahnya kemampuan pendidikan anak tidak semata-mata disebabkan oleh faktor IQ, melainkan dipengaruhi berbagai aspek lain.
Hal itu disampaikan Ina saat dihadirkan sebagai ahli meringankan bagi terdakwa mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim, dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook.
“Penyebab IQ rendah itu banyak sekali termasuk gizi, kemudian polusi udara. Nah, itu semua tidak semuanya ranahnya Kementerian Pendidikan,” kata Ina, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Penasihat hukum Nadiem, Radhie Noviadi Yusuf, menyoroti pernyataan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyebut tingkat IQ anak sekolah di Indonesia tergolong rendah akibat kebijakan pengadaan yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan siswa.
“Saya ingin pertegas lagi, bu. Apakah sarana prasarana saja itu bisa menyebabkan hasil pendidikan anak Indonesia itu dianggap jeblok?” tanya Radhie.
“Tidak bisa,” kata Ina.
Menurut Ina, skor IQ 78 yang dulu disinggung jaksa merupakan hasil penelitian dari data yang sudah lama.
“IQ 78 itu yang beredar di media sosial. Sedangkan, itu dipublikasikan melalui survei yang disebut Intelligence of Nations oleh Lynn and Becker dan dipublikasikannya tahun 2018. Jadi, sebelum Pak Nadiem menjabat sebagai menteri,” ujar Ina.
Ina mengatakan, penelitian itu menggunakan data yang diambil pada periode 1980-2000.
“Itupun metodologi penelitiannya masih dipertanyakan karena data yang diambil juga tidak dalam kurun waktu yang sama, dari berbagai sumber mulai tahun 1980-an sampai 2000-an,” kata Ina.