Seni

Menjaga Hutan, Menghidupi Kampung: Gula Aren-Madu Jadi Napas Ekonomi Kampung Adat Kuta

Jul 29, 2026 IDOPRESS

CIAMIS, iDoPress - Menjelang siang, halaman Kampung Adat Kuta mulai ramai.

Di salah satu sudut, beberapa warga sibuk melayani pengunjung yang baru selesai menyusuri Leuweung Gede atau Hutan Adat Kuta.

Di atas meja kayu, tersusun rapi gula aren yang dibungkus daun kering, botol-botol madu berwarna keemasan, hingga gula aren bubuk dalam kemasan plastik.

Satu per satu pengunjung memilih produk yang akan dibawa pulang sebagai buah tangan.

Suasana sederhana itu menjadi gambaran bagaimana masyarakat Kampung Adat Kuta menghidupi keluarganya tanpa mengambil hasil dari kawasan hutan adat yang mereka jaga turun-temurun.

Bagi warga Kampung Adat Kuta, hutan bukan tempat mencari kayu ataupun membuka lahan.

Kawasan seluas puluhan hektar itu justru dipertahankan sebagai benteng alam, sementara aktivitas ekonomi dilakukan di luar kawasan hutan.

Sekretaris Adat Kampung Adat Kuta, Firman Khabibi, mengatakan sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan.

Selain menanam padi, warga juga mengolah pohon aren yang tumbuh di sekitar kampung menjadi berbagai produk bernilai jual.

"Mayoritas masyarakat di sini bertani dan berkebun. Selain itu, banyak juga yang membuat gula aren untuk dijual," kata Firman kepada iDoPress, Senin (27/7/2026).

iDoPress/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Warga Kampung Adat Kuta mengemas kompos hasil olahan sampah organik di Tempat Usaha Bersama Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (27/7/2026).

Menurut Firman, hasil olahan aren telah lama menjadi salah satu sumber penghasilan warga.

Produk tersebut dipasarkan kepada wisatawan yang datang maupun pembeli dari luar daerah.

Yang menarik, seluruh aktivitas produksi dilakukan tanpa mengambil hasil dari kawasan hutan adat.

Bagi masyarakat Kuta, aturan adat melarang siapa pun mengambil kayu, ranting, maupun hasil hutan secara sembarangan.

Karena itulah, pemanfaatan ekonomi dilakukan dari lahan milik warga maupun kebun di luar kawasan hutan.