
JAKARTA, iDoPress - Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) mengeluhkan tarif yang dibayarkan pelanggan ikut turun meski potongan aplikasi resmi dipangkas menjadi 8 persen mulai Rabu (1/7/2026).
Akibatnya, mereka menilai kebijakan penurunan potongan tersebut belum efektif meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi.
Salah satu pengemudi ojol, Silaban (38), mengatakan pendapatannya nyaris tidak berubah karena penurunan potongan dibarengi dengan penurunan tarif yang dibayar pelanggan.
"Itu kalau harganya customer tetap kayak kemarin, kita pasti naik nih pendapatan. Ini potongan driver diturunin jadi 8 persen, tapi tarif customer juga diturunin juga, jadi memang sama aja secara pendapatan, enggak ada bedanya," ujar Silaban saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu.
Menurut Silaban, untuk layanan Hemat, pendapatannya kini sekitar Rp 10.212 per perjalanan, turun dari sebelumnya sekitar Rp 10.500.
Penurunan itu terjadi karena tarif yang dibayarkan pelanggan ikut turun dari kisaran Rp 13.000-Rp 14.000 menjadi sekitar Rp 11.100.
Sementara itu, untuk layanan Reguler, pendapatannya hanya naik Rp 180 per perjalanan, dari Rp 10.400 menjadi Rp 10.580.
"Kalau biasanya yang reguler itu Rp 10.400, kirain naik akan jadi Rp 11.000 atau Rp 11.500, naik seribu, tapi ternyata cuma segitu," kata Silaban.
Ia menduga penurunan tarif dilakukan aplikator sebagai strategi menjaga daya saing harga agar pelanggan tidak beralih ke platform lain.
"Mungkin buat menjaga pelanggan kali ya, biar pelanggannya enggak kabur ke sebelah. Buat berkelanjutan," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan pengemudi lainnya, Abdul Rahman (36).
Ia mengaku sempat berharap penghasilannya meningkat setelah potongan aplikasi dipangkas, namun kenyataannya tidak demikian.
"Nah, sekarang potongannya berkurang jadi 8 persen, tapi kok tarifnya juga berkurang gitu. Jadi pendapatan kita bukan naik, malah kayak turun, ya sama aja lah, enggak ada perubahan," ungkap Abdul.
Ia menjelaskan, sebelum aturan baru berlaku, pendapatan bersih yang diterimanya sekitar Rp 10.400 per perjalanan.
Kini, meski potongan aplikasi lebih kecil, tarif yang dibayar pelanggan juga ikut turun sehingga kenaikan pendapatan yang diterima pengemudi tidak signifikan.