Seni

Di Tengah Ketidakpastian Global, Pemerintah dan Pertamina Perkuat Kolaborasi Jaga Pasokan Energi

May 21, 2026 IDOPRESS

iDoPress -Pemerintah Indonesia dan PT Pertamina (Persero) memperkuat kolaborasi untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tensi geopolitik dunia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, dinamika geopolitik, geoekonomi, dan ketegangan politik global saat ini memicu ketidakpastian di banyak negara.

Dampaknya tidak hanya dirasakan negara yang tengah berkonflik, tetapi juga memengaruhi perekonomian dunia, termasuk Indonesia.

"Tetapi harus saya sampaikan bahwa di tengah kondisi geopolitik-geoekonomi yang tidak menentu, ekonomi Indonesia tumbuh pada kuartal pertama," kata Bahlil dalam rilis pers yang diterima iDoPress, Kamis (21/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil pada pembukaan Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-50 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (20/5/2026).

Menurut Bahlil, banyak negara kini berupaya memperkuat ketahanan energinya masing-masing, baik negara produsen minyak maupun bukan.

Oleh karena itu, pemerintah terus mencari alternatif energi baru untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

“Namun, kami bersyukur bahwa dalam kondisi seperti ini, atas arahan Presiden (Prabowo Subianto), harus segera mencari alternatif-alternatif energi lain yang tidak hanya mengedepankan bahan bakar minyak (BBM) dari fosil. Ketika lifting tidak tercapai, maka harus ada cara lain yang dilakukan,” tegas Bahlil.

Pertamina Perkuat Produksi dan Kolaborasi

Senada dengan pemerintah, Pertamina menegaskan komitmennya memperkuat pasokan energi nasional di tengah dinamika industri energi global yang semakin kompleks, termasuk berakhirnya era easy energy, meningkatnya tensi geopolitik, dan gangguan rantai pasok dunia.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, Pertamina tetap optimistis dengan memperkuat kolaborasi strategis, mempercepat penerapan teknologi, serta mengoptimalkan produksi energi domestik.

Hal itu disampaikan Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza dalam sesi Global Executive Talk bertema The End of Easy Energy: The New Reality of Oil and Gas pada ajang IPA Convex ke-50.

“Pada dasarnya, memang era easy energy sudah berlalu. Namun jika kita melihat lebih jauh, khususnya di Indonesia, kita masih memiliki peluang yang sangat besar,” ujarnya.

Dalam paparannya, Oki juga menyoroti meningkatnya risiko gangguan pasokan energi global, khususnya akibat ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur perdagangan energi utama dunia.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu volatilitas harga energi dan memengaruhi stabilitas pasokan energi global.

Menurut Oki, Pertamina memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan keberlanjutan energi di seluruh Indonesia.