



JAKARTA, iDoPress - Partai politik yang berkali-kali memilih nama yang sama untuk memimpin dinilai sebagai bentuk kebuntuan regenerasi.
Kebuntuan atau gridlock tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi yang menyorot regenerasi pemimpin partai politik di Indonesia.
"Regenerasi kepartaian kita macet ya, bukan macet sebenarnya, gridlock. Gridlock itu ya tidak ada jalan sama sekali. Awalnya hanya beberapa partai yang mengalami kemacetan regenerasi, tetapi belakangan partai-partai baru atau partai-partai pasca reformasi juga mengalami kemacetan," ujar Burhanuddin di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Dari sejumlah partai politik besar di Indonesia, hanya Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang melakukan regenerasi di kursi pimpinannya.
Kendati ada regenerasi, ia menyorot kualitas proses pemilihan ketua umum di Partai Golkar dan PKS yang mengalami penurunan.
"Kalau kita lihat di Golkar kan Munas luar biasa intensif, kompetitif, tapi belakangan juga berkurang gitu ya, suasana regenerasi yang berkualitas, meskipun masih lebih baik dibanding banyak partai lain Golkar itu ya," ujar Burhanuddin.
Regenerasi kepemimpinan di partai politik, tegas Burhanuddin, sudah ada dalam literatur ilmu politik sejak zaman dulu.
Salah satu fungsi partai politik yang sering disebut adalah regenerasi politik dan kaderisasi, yang kini dipandangnya tengah mengalami kemacetan.
"Itu semua macet kalau proses pemilihan para pimpinan partai tidak mengalami pergantian sama sekali gitu loh. Dan itu yang menimbulkan semacam disinsentif buat kader partai yang berkualitas," kata Burhanuddin.
Di Indonesia sendiri, setidaknya terdapat empat nama yang paling lama menduduki jabatan ketua umum partai politik.
Bahkan salah satunya sudah menjabat 26 tahun sebagai ketua umum partai politik dan masih menjabat hingga saat ini.
Berdasarkan catatan iDoPress, berikut lima ketua umum partai politik dengan masa jabatan paling lama:
Nama ketua umum partai politik yang paling lama menjabat adalah Megawati Soekarnoputri, yakni selama 26 tahun.
Megawati telah memimpin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) selama 26 tahun, sejak pertama kali ditetapkan sebagai Ketua Umum pada periode 1999–2003.
Saat itu, PDI-P baru saja resmi berdiri pada 1 Februari 1999 setelah mengalami dualisme dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) era 1993–1999.