
JAKARTA, iDoPress - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, meminta seluruh pihak untuk menggunakan ruang digital secara bijak.
Pernyataan tersebut disampaikan Dave menyikapi maraknya konten video lama demonstrasi mahasiswa yang kembali muncul di sosial media.
Menurutnya ruang digital harus dijaga sebagai ruang publik yang sehat, bertanggung jawab, dan berlandaskan fakta.
"Penyebaran konten lama yang disajikan seolah-olah sebagai peristiwa baru berpotensi menyesatkan masyarakat dan memicu keresahan. Karena itu, setiap pihak harus menggunakan ruang digital secara bijak serta tidak menyebarluaskan konten yang memanipulasi fakta maupun konteks suatu peristiwa," kata Dave kepada iDoPress, Kamis (6/8/2026).
Ia mendukung langkah pemerintah untuk menindak tegas setiap pelaku yang diduga secara sengaja menyebarkan konten untuk
menciptakan disinformasi atau mengganggu ketertiban masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar setiap proses hukum dapat dilakukan secara profesional, didukung alat bukti yang memadai, serta menjunjung tinggi prinsip due process of law.
"Penegakan hukum harus ditujukan kepada perbuatan yang memenuhi unsur pelanggaran hukum, bukan terhadap penyampaian pendapat atau kritik yang dijamin dalam sistem demokrasi," ujarnya.
Politikus Partai Golkar itu menekankan pentingnya membedakan secara tegas antara kritik yang dilindungi sebagai hak konstitusional warga negara dan penyebaran informasi yang menyesatkan.
Menurutnya kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati.
Sebaliknya, penyebaran konten yang dipelintir atau disajikan di luar konteks sehingga seolah-olah merupakan peristiwa yang sedang terjadi bukanlah bentuk kebebasan berekspresi yang dapat dibenarkan.
Sementara itu, ia juga mendorong agar penguatan literasi digital terus menjadi agenda bersama.
Masyarakat perlu membiasakan diri untuk memverifikasi sumber, waktu, dan konteks setiap informasi sebelum membagikannya.
"Dengan demikian, ruang digital Indonesia dapat tetap menjadi ruang publik yang sehat, terpercaya, dan terlindungi dari penyebaran disinformasi yang berpotensi mengganggu ketertiban serta persatuan bangsa," ungkapnya.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang