

TANGERANG, iDoPress— Bagi warga Komplek Perumahan Puri Dewata Indah 1, Kelurahan Poris Plawad Utara, Kota Tangerang, perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar rutinitas tahunan pasang bendera.
Di bawah kepemimpinan Ketua RW 06, Momon Simon (45), perayaan HUT RI justru menjadi ajang pembuktian semangat kebersamaan yang terbilang nekat.
Momon tak ragu menyebut gaya kepemimpinannya dan antusiasme warga di lingkungannya dengan istilah "gila".
Bagi Momon, istilah tersebut melambangkan keberanian untuk mengeksekusi ide kreatif secara spontan tanpa harus terus-menerus terhalang keterbatasan anggaran.
"Saya selalu bilang ke warga, kalau mau dipimpin sama saya, siap-siap warganya jadi 'gila'. Karena RW-nya 'gila', pe'a (pendek akal). Kita kalau mau jalan, langsung gas. Enggak pakai rencana ribet, yang penting ada kemauan, langsung eksekusi," ujar Momon saat ditemui iDoPress, Selasa (4/8/2026).
Bukti kekreatifan yang tergolong nekad itu terlihat di sepanjang jalan utama perumahan.
Kain merah dan putih membentang sepanjang 400 meter membentuk terowongan di atas jalan kompleks.
Menariknya, proses pembentukan bendera raksasa ini hanya memakan waktu persiapan yang sangat singkat.
Momon membeli kain rol pada Kamis (30/7/2026) pagi. Setibanya di rumah, sang istri langsung menjahit sambungan kain merah dan putih tersebut hingga tuntas.
"Istri saya sendiri yang jahit untuk menyambung-nyambung sampai 400 meter. Itu cuma butuh waktu sekitar 2 sampai 3 jam. Malamnya, langsung kita gelar dan pasang bersama warga," tutur Momon.
Untuk tiang sanggaan bendera, Momon memanfaatkan bambu sisa bangunan milik warga sekitar, disandingkan dengan beberapa batang bambu utuh yang dibeli secara swadaya.
Tak hanya itu, di pintu masuk kompleks, berdiri gapura unik dari galon air mineral bekas hasil pengumpulan Bank Sampah setempat.
Saat malam hari, terowongan bendera tersebut kian semarak dengan pendaran lampu hias melilit di sepanjang tiang bambu.

iDoPress/MOH. NUR SYAHRI MUHARROM Warga melintas di sebuah gang yang terpajang kain merah dan putih sepanjang 250 meter yang dipasang dalam menyambut Hari Kemerdekaan RI di salah satu sudut Kota Mojokerto.
Di balik aksi nekat dan gaya heboh perayaan kemerdekaan ini, Momon menyimpan misi sederhana: menghidupkan kembali nostalgia serta memupuk jiwa nasionalisme generasi muda dan Karang Taruna di lingkungannya.