
JAKARTA, iDoPress - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan, BGN telah memecat 9 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan BGN karena melakukan pelanggaran berat.
"Kami telah memproses ada temuan sembilan melakukan pelanggaran berat atau disiplin berat, ini adalah ASN dan PPPK, dan besar kemungkinan yang bersangkutan akan kami proses pemecatan," ucap Sudaryono, di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).
Selain itu, BGN memberikan hukuman disiplin ringan terhadap 39 ASN dengan ancaman sanksi administrasi dan dimutasi.
"Dan ditemukan 39 disiplin ringan yang kemudian akan kami mutasi, kami demosi, dan kami akan berikan sanksi administrasi maupun sanksi ringan," kata dia.
Setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto menakhodai BGN, Sudaryono menekankan tentang transparansi dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dia menegaskan komitmennya untuk melakukan "bersih-bersih" di lingkungan BGN.
"Per hari ini, tanggal 27 Juli 2026, kami mencoba untuk bersih-bersih, kami mencoba untuk kemudian yang melanggar kami berikan sanksi," kata Sudaryono.
BGN, kata Sudaryono, sedang berupaya menyelesaikan masalah tata kelola dan perbaikan MBG melalui penajaman sasaran dari penerima hingga SPPG.
"Kami coba untuk kami solve adalah bagaimana dari sisi keterbukaan, transparansi, komunikasi, pelibatan banyak pihak, pelibatan instansi lain, pelibatan kementerian lain, lembaga lain, pelibatan pemerintah daerah, pelibatan dinas-dinas itu kemudian, dan pelibatan publik dalam mengawasi apakah itu menu, apakah itu penyaluran, apakah itu dapur, kebersihan, dan lain-lain, maka kami berusaha untuk memperbaiki itu semua," jelasnya.
Oleh karena itu, Sudaryono menegaskan kepada seluruh kepala SPPG bahwa pemenuhan gizi penerima manfaat MBG harus tersajikan dengan baik.
"Penting bagi kami memastikan abdi negara di setiap dapur itu, itu kemudian bekerja dengan sebaik-baiknya, sebersih-bersihnya, dan memastikan menu yang tersaji itu adalah baik," ujar Sudaryono.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang