
JAKARTA, iDoPress - Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang menyindir Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar yang pergi di tengah-tengah Rapat Kerja (Raker) usai membacakan laporan keuangan Kementerian Agama, Rabu (15/7/2026).
Mulanya, Marwan Dasopang menanyakan apakah Menag akan langsung meninggalkan ruangan setelah membacakan laporan.
"Atas izin Pak Ketua (Marwan)," ucap Nasaruddin.
Ia kemudian diminta menyerahkan tanggung jawab kepada Wakil Menteri Agama RI Muhammad Syafi'i yang turut hadir dalam rapat tersebut.
Setelah menyerahkan tanggung jawab, Menag meninggalkan ruangan Komisi VIII, kemudian Marwan kembali memimpin rapat.
Sebelum melanjutkan rapat, Marwan menyindir Menag yang meninggalkan rapat lantaran memiliki banyak jabatan.
"Ini lah kalau jabatannya banyak ya begitu," ucap Marwan.
Ia mengatakan, Sekjen Kemenag akan bingung membekali Wakil Menteri Romo Syafi'i untuk menjawab pertanyaan para anggota dewan nantinya.
Adapun alasan Menag meninggalkan rapat lantaran ada kunjungan resmi kenegaraan dari Presiden Singapura ke Masjid Istiqlal.
Mengingat Nasaruddin juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal.
"Meminta menyampaikan sehubungan dengan agenda kunjungan resmi Presiden Singapura ke Masjid Istiqlal puku 12 WIB, mohon berkenan Menteri Agama meninggalkan rapat pukul 11.30 WIB," kata Marwan di awal sidang.
Dalam rapat tersebut Menag Nasaruddin menyampaikan pencapaian wajar tanpa pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam laporan keuangan lembaga yang ia pimpin untuk tahun 2025.
"Kementerian Agama memperoleh opini wajar tanpa pengecualian, WTP," ucapnya.
Ia tidak menyampaikan catatan rekomendasi dari BPK lantaran laporan hasil pemeriksaan belum disampaikan secara resmi.
Selain itu, Nasaruddin juga menyampaikan realisasi pendapatan negara bukan pajak mencapai 98,53 persen, realisasi belanja negara mencapai 95,51 persen dengan alokasi anggaran Rp 85,68 persen.
"Laporan operasional Kementerian Agama untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025 sebagai berikut. Pendepatan LO adalah sebesar Rp5,62 triliun, beban LO adalah sebesar Rp10,43 triliun, tiga, defisit LO adalah sebesar Rp74,81 triliun," ucapnya.