Ai

Kenapa Misa Arwah di Cipayung Depok Dipermasalahkan Warga?

Jun 30, 2026 IDOPRESS

DEPOK, iDoPress - Pelaksanaan ibadah Misa Arwah atau penghiburan untuk mendiang Laut Sihotang (71) di sebuah rumah warga di Gang Haji Abdul Azis, Bulak Timur, Cipayung, Depok, sempat dipermasalahkan oleh warga sekitar hingga akhirnya batal digelar di rumah duka keluarga.

Sekretaris Kelurahan Cipayung, Mahjuro Sulaiman, menyebut bahwa warga awalnya merasa keberatan karena acara tersebut rencananya digelar selama tiga hari berturut-turut pada malam hari.

Selain itu, misa penghiburan juga diprediksi akan dihadiri oleh ratusan pelayat dari luar wilayah di tengah permukiman padat penduduk.

"Misanya jam 19.00-23.00 WIB, dan selama tiga hari rencananya, yang datang ratusan orang. Begitu jadi kan masyarakat dengarnya tiga hari, 'kalau tiga hari mah mending kita bawa ke rumah duka aja kalau bisa' biaya semua ditanggung RT di sini dibantu," jelas Mahjuro saat ditemui iDoPress di lokasi, Senin (29/6/2026) malam.

Karena masalah itu, warga memberikan saran agar ibadah dan penyemayaman dipindahkan ke rumah duka yang dikelola oleh pihak gereja agar lebih nyaman dan memadai.

Menurut Mahjuro, warga bahkan siap membantu proses kepindahan dan pelaksanaannya jika keluarga bersedia memindahkan acara ke rumah duka gereja, demi menghindari gesekan dengan warga lainnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua RT 05/RW 09, Darussalam yang mengaku sejak awal tidak pernah melarang ibadah tersebut.

Ia mengeklaim sudah berkoordinasi langsung dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok untuk memberikan izin pelaksanaan.

"Dan saya telepon lagi 'Tante, boleh'. 'Iya Pak RT terima kasih', bahkan lahan parkir aja disediakan, diperbolehkan pakai lahan warga di sini," ungkap Darussalam.

Darussalam menyebut, sebagian warga bahkan turut membantu masak, menjaga keamanan, hingga membantu area parkir motor yang dipenuhi kendaraan.

Saat perdebatan terjadi awal pertama kali pukul 19.00 WIB, ia sedang berada di luar kota dengan pengurus Kelurahan.

Ia pun berkoordinasi dengan FKUB dan menegaskan bahwa pengurus lingkungan mempersilakan adanya gelaran ibadah penghiburan di rumah keluarga yang berduka.

Namun, ketika ia menelepon kembali ke keluarga berduka sekitar pukul 19.30 WIB, situasi disebut sudah telanjur terjadi perdebatan dan keluarga enggan melanjutkan acara.

"Pas saya telepon ke keluarganya, kata dia 'Udah telat pak, udah enggak mau dilanjut, saya pindah saja' begitu. Padahal niat saya ingin memastikan kalau izinnya sudah aman semua dan bisa lanjut," ujarnya.

Warga sebut tak mau tanggung jawab

Ketua Pemberdayaan Perempuan di Pemuda Batak Bersatu Kota Depok, Elsinar Simamora, yang mewakili pihak keluarga, membenarkan RT dan RW setempat telah memberikan izin untuk menggelar misa.