
JAKARTA, iDoPress - Ratusan peserta berseragam loreng memenuhi Ruang Serba Guna Prako Soeratno di Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026).
Dari deretan kursi paling belakang, yang terlihat bukan suasana latihan fisik ala militer.
Ruangan itu justru menyerupai kelas kuliah berukuran besar.
Para peserta duduk di kursi bermeja lipat yang tersusun rapi memenuhi aula.
Sebagian besar menundukkan kepala untuk mencatat materi yang disampaikan instruktur di depan ruangan.
Lampu-lampu LED berwarna putih yang berjajar di langit-langit membuat ruangan tampak terang.
Pendingin ruangan terpasang di beberapa sisi dinding, menjaga suhu tetap sejuk meski ratusan orang berada dalam satu ruangan.
iDoPress bersama sejumlah wartawan lain diajak melihat langsung bagaimana Latsarmil calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) di Brigif 1 Marinir.
Di lengan kiri para peserta melingkar pita berwarna merah, penanda Kompi A yang beranggotakan 196 orang.
Di antara lautan seragam loreng itu, beberapa peserta tampak mengenakan pita putih.
Mereka merupakan peserta yang memiliki riwayat gangguan kesehatan dan mendapat perhatian khusus selama mengikuti Latsarmil.
Sebelum pelajaran dimulai, Komandan Kompi A berdiri di depan kelas.
Ia melaporkan bahwa seluruh peserta siap menerima materi hari itu.
Laporan ditutup dengan yel-yel singkat yang langsung disambut peserta lain untuk membakar semangat.
Hari ini, Kamis (25/6/2026), mereka menerima materi Ilmu Medan dan Membaca Peta (IMMP), salah satu pelajaran dasar yang diberikan selama Latsarmil.
Meski tanpa pengeras suara, suara instruktur terdengar jelas hingga ke kursi paling belakang tempat para wartawan berdiri mengamati jalannya pembelajaran.
Sesekali peserta menyalin penjelasan instruktur ke buku catatan masing-masing.
Pemandangan di ruang kelas itu hanya satu bagian dari aktivitas harian 674 peserta Latsarmil yang ditempatkan di Brigif 1 Marinir Cilandak.
Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP Brigif 1 Marinir Letkol (Mar) Agus Mutaqin mengatakan, para peserta dibagi ke dalam empat kompi.
Setiap kompi kemudian dibagi lagi menjadi enam peleton.