
JAKARTA, iDoPress - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan pembangunan 93 titik sekolah rakyat rampung pada Juni 2026.
Dia mengatakan, awalnya, pemerintah menargetkan 104 sekolah yang akan rampung, namun, saat ini, 93 titik yang bisa dikerjakan secara maksimal.
“Setelah kita cek secara keseluruhan, kesiapan lahan dan dokumentasi, dari 104 itu cuma sekitar 93 yang bisa kita kekerjakan maksimal, yang insya Allah bisa selesai di bulan Juni 2026,” kata Dody, usai bertemu dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, di kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
“Feeling saya mengatakan 88 bisa akan selesai cuma kita tetap akan kejar 93 itu bisa fungsional seluruhnya,” sambung dia.
Selain itu, Dody mengatakan, setelah rampung, kementeriannya akan masuk ke pembangunan sekolah rakyat tahap 3 yang dibagi menjadi 3A, 3B, dan 3C.
Dia mengatakan, tahap 3A akan segera memasuki lelang pada Juli mendatang.
“Yang jadi kendala terbesar adalah tahap 3C, ada 89 titik itu memang kesiapan kriterianya di sana-sini masih belum siap. Dan nanti akan dibantu oleh teman-teman dari KSP,” ucap dia.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menargetkan 500 Sekolah Rakyat (SR) terbangun hingga tahun 2029.
“Hari ini kita melihat berhasil meresmikan 166 Sekolah Rakyat. Sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029, Insya Allah akan tercapai," kata Prabowo, saat saat peluncuran 166 Sekolah Rakyat, di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Setiap Sekolah Rakyat, kata Prabowo, dapat menampung 1.000 siswa.
Target akhir tahun 2026 mencapai 30.000 murid.
"Sasaran kami adalah setiap Sekolah Rakyat itu 1.000 murid, berarti sasarannya nanti 500.000 murid, cita-cita di akhir masa jabatan saya tahun 2029," kata Prabowo.
Prabowo menyebut, Sekolah Rakyat tetap ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Dengan begitu, ia yakin kemiskinan ekstrem di Indonesia dapat dihilangkan melalui program Sekolah Rakyat.
“Desil 1 dan 2 bisa kita ubah nasibnya. Kita bisa hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Saya percaya itu bisa terjadi," ujar Prabowo.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang