
Sumber Antara News
JAKARTA, iDoPress - Pemerintah Kota Jakarta Timur mulai menata kawasan kolong jembatan layang atau flyover Pasar Rebo, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, menjadi ruang publik sekaligus wadah aktivitas positif bagi remaja.
Penataan tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah aksi tawuran yang kerap melibatkan anak muda di wilayah tersebut.
Nantinya, kawasan kolong flyover dilengkapi arena tinju dan fasilitas skateboard yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
"Kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi arena tinju yang diharapkan menjadi tempat bagi anak-anak dan remaja menyalurkan bakat sekaligus energi mereka ke arah positif dibandingkan tawuran," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Jakarta, Kamis, dilansir Antara.
Menurut dia, keberadaan sasana tinju juga akan membuat kawasan kolong flyover menjadi ruang publik yang lebih tertata dan bermanfaat bagi masyarakat.
Penataan kawasan itu dilakukan menjelang peresmian arena tinju dan skateboard yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Mei mendatang.
Sementara itu, Camat Ciracas Panangaran Ritonga menjelaskan, penataan kawasan dilakukan atas arahan langsung Wali Kota Jakarta Timur agar area kolong flyover Pasar Rebo terlihat lebih rapi, nyaman, dan layak digunakan masyarakat.
"Pertama, Pak Wali Kota meminta kepada kita untuk melakukan kegiatan merapikan kawasan sekitar kolong flyover Pasar Rebo ini yang masuk wilayah Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas," ujar Ritonga.
Selain membangun arena tinju, pemerintah juga menyediakan fasilitas skateboard di lokasi yang sama untuk mendukung aktivitas olahraga warga.
"Ada kegiatan tinju, ring tinju, yang nanti harapannya akan diresmikan langsung oleh pak gubernur. Kita tentu ingin menyambut kehadiran beliau dengan kondisi wilayah yang lebih rapi dan pantas," katanya.
Ritonga menyebutkan, proses penataan dilakukan dengan pengecatan ulang sejumlah fasilitas dan area sekitar karena kondisi sebelumnya terlihat kusam akibat debu serta cat yang memudar.
"Kondisinya memang karena debu, cat lama juga sudah pudar, sehingga kita lakukan pengecatan kembali supaya lebih bersih dan menarik," ucap Ritonga.
Dia berharap fasilitas olahraga tersebut dapat menjadi solusi untuk menekan angka tawuran remaja di kawasan itu.
"Daripada tawuran, lebih baik energi mereka disalurkan di arena olahraga. Jadi area ini menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk menikmati fasilitas sekaligus menyalurkan hobi dan bakatnya," tuturnya.
Untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan fasilitas, pemerintah wilayah juga akan membentuk kepengurusan resmi yang bertugas mengatur penggunaan arena, jadwal latihan, hingga pertandingan.