Ai

Harga Plastik Naik 40 Persen, Pramono Ajak Warga Beralih ke Bungkus Daun Pisang

Apr 12, 2026 IDOPRESS
Di tengah kenaikan harga plastik, Pramono mengajak warga untuk menggunakan daun pisang sebagai bahan pembungkus.

JAKARTA, iDoPress – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak masyarakat untuk menggunakan bahan tradisional yang lebih ramah kingkungan di tengah kenaikan harga plastik yang mencapai 40 persen.

“Kita kadang-kadang harus kembali ke cara tradisional, pakai bungkus daun pisang dan sebagainya,” ujar Pramono kepada awak media saat ditemui di Kompleks Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026).

Ia menilai kenaikan harga plastik dapat menjadi momentum inovasi sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap plastik dalam kehidupan sehari-hari.

“Tentunya harus melakukan inovasi. Sekarang ini kebutuhan plastik pelan-pelan harus dikurangi, harus ada substitusinya,” ujar Pramono.

Pramono menambahkan, jika masyarakat tetap bergantung pada plastik di tengah kenaikan harga, kondisi tersebut akan menjadi beban tambahan.

“Kalau kondisinya tetap seperti ini, pasti akan menjadi beban,” kata dia.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat kenaikan harga plastik mencapai 30–40 persen sejak akhir Maret 2026, dengan lonjakan paling signifikan terjadi di wilayah Jakarta Barat.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan bahwa kenaikan terjadi pada berbagai jenis plastik di seluruh wilayah Jakarta.

“Jenis plastik seperti kantong kresek, plastik kemasan makanan atau minuman berjenis Polyethylene Terephthalate (PET) dan Polyethylene (PE) mengalami kenaikan harga di seluruh wilayah,” ucap dia dalam keterangan tertulis yang diterima iDoPress, Sabtu (11/4/2026).

Kantong kresek mengalami kenaikan sekitar 40 persen menjadi Rp 17.000 per pak dari sebelumnya Rp 11.000. Kenaikan tertinggi terjadi di Jakarta Barat yang mencapai Rp 19.000, sedangkan terendah di Jakarta Selatan sebesar Rp 14.833.

Sementara itu, plastik kemasan makanan atau minuman berbahan PET juga mengalami kenaikan sekitar 35 persen menjadi Rp 22.000 per pak dari sebelumnya Rp 15.771. Kenaikan tertinggi kembali terjadi di Jakarta Barat hingga Rp 24.600, sedangkan terendah di Jakarta Selatan sebesar Rp 18.111.

Adapun plastik berbahan PE mengalami kenaikan bervariasi antarwilayah, dengan rata-rata sekitar 30 persen menjadi Rp 21.000 per pak dari sebelumnya Rp 16.048. Lonjakan harga tertinggi terjadi di Jakarta Barat yang mencapai Rp 36.733, sementara terendah di Jakarta Pusat sebesar Rp 15.333.

Elisabeth menjelaskan, kenaikan harga plastik dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz. Wilayah tersebut merupakan salah satu pusat produksi petrokimia dunia karena ketersediaan minyak dan gas sebagai bahan baku utama plastik.

Kondisi tersebut menyebabkan rantai pasokan bahan baku plastik global terganggu hingga saat ini. Di sisi lain, produksi domestik disebut baru mampu memenuhi sekitar 40 persen kebutuhan bahan baku plastik nasional.

“Sisanya sekitar 60 persen masih bergantung dengan impor,” tegas dia.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang