

JAKARTA, iDoPress - Area pemakaman yang dikenal sakral dan menyeramkan, seolah berubah menjadi tempat rekreasi bagi anak-anak di Cilincing, Jakarta Utara.
Tawa mereka begitu lepas di atas ribuan makam sisi timur, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper, Cilincing, Jakarta Utara, yang seluruh nisannya sudah tak terlihat lagi imbas terendam banjir.
Tanpa rasa takut, satu per satu mereka melompat bebas dari atas tiang pembatas jalan ke area pemakaman yang sudah berubah menjadi kolam raksasa.
Mereka terlihat begitu gembira saat berenang, meski di bawahnya merupakan makam yang sudah lama terendam.
Bahkan, mereka juga tak ragu melepaskan alas kakinya ketika berenang di atas area pemakaman, seolah tak takut terkena benda tajam.
"Enggak takut berenang di sini, meski di atas kuburan," ucap salah satu anak bernama Rendi (11) yang berenang di TPU Semper, Kamis (8/4/2026).
Ia dan delapan orang anak lainnya, mengaku sering menghabiskan waktu di TPU Semper terutama sore hari untuk sekedar berenang atau memancing ikan.
Bagi mereka, berenang di TPU Semper sama serunya seperti di kolam berenang yang berbayar.
Sementara anak lain bernama Juna (9) mengaku, senang berenang di TPU Semper karena gratis.
"Segar banget berenang di sini, soalnya gratis di sini, dari pada ke Ancol mahal," ujar Juna di lokasi, Kamis.
Selain gratis, area pemakaman yang terendam banjir cukup luas, sehingga anak-anak bisa bebas bergerak dan melompat.
Di sisi lain, kedalaman air banjir di lokasi pemakaman hanya sekitar 1,3 meter, sehingga masih bisa dijangkau anak-anak tanpa menggunakan pelampung.
Sejumlah peziarah menyayangkan banyaknya anak-anak yang berenang di atas area makam yang sudah terendam banjir.
"Sebenarnya saya miris banget sama kondisi TPU Semper yang terus banjir apalagi dijadiin tempat berenang anak-anak dan pemancingan di bawahnya kan itu makam, kasihan," ujar salah satu peziarah bernama Neneng (52) di lokasi, Kamis.
Namun, di sisi lain, ia juga menilai di balik musibah banjir yang merendam TPU, warga juga mendapatkan keberkahan, karena bisa mencari ikan di sana.
Ia berharap, semoga ke depannya persoalan banjir di TPU Semper bisa segera teratasi agar makam-makam yang sudah terendam lama bisa terlihat lagi.
Peziarah lain bernama Jumiah (53), justru khawatir dengan keselamatan anak-anak yang berenang di TPU Semper.
"Tapi yang saya khawatirin takut anak-anak itu bahaya, kena ular atau benda tajam kan kita enggak tahu di dalam makam yang terendam ada apa dan mungkin aja banyak binatang," tutur dia.